|
Kebutuhan cabotage pada 2010 membuka peluang bagi industri perkapalan dan perbankan syariah. JAKARTA -- Empat bank syariah memfasilitasi sindikasi pembiayaan bagi tiga anak perusahaan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLT). Nilai total sindikasi untuk pembelian tiga buah kapal tanker tersebut adalah sebesar Rp 180 miliar. ''Fasilitas sindikasi pembiayaan dari bank syariah ini adalah yang pertama kalinya bagi Berlian Laju Tanker,'' Direktur Utama Berlian Laju Tanker, Widihardja Tanudjaja, di sela penandatanganan sindikasi pembiayaan Berlian Laju Tanker, Kamis (3/12). Ia menambahkan, sebelumnya BLT baru mengenal pembiayaan syariah melalui penerbitan sukuk yang telah dilakukan sejak 2000.
Empat bank syariah yang turut dalam sindikasi adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, BRI Syariah dan Unit Usaha Syariah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. Dalam sindikasi ini BSM bertindak sebagai lead arrenger dengan porsi sindikasi pembiayaan sebesar Rp 64,3 miliar. ''Fasilitas pembiayaan syariah ini telah menambah wawasan kami bahwa bank syariah juga bisa memberi fasilitas kredit bersaing dengan bank konvensional,'' kata Widihardja Widihardja menuturkan, selama ini dukungan perbankan terhadap industri pelayaran masih minim. Pasalnya, perbankan masih melihat sektor industri ini memiliki risiko tinggi seiring dengan masih sedikitnya pengetahuan tentang pelayaran. ''Investasi pelayaran adalah investasi jangka panjang sehingga membutuhkan modal jangka panjang dan dukungan berkesinambungan. Saya berharap bank syariah lainnya juga mau mendanai perusahaan pelayaran lainnya sehingga industri pelayaran nasional dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan turut serta memperbaiki defisit negara,'' papar Widihardja. Sindikasi pembiayaan senilai Rp 180 miliar tersebut ditujukan bagi tiga anak perusahaan Berlian Laju Tanker, yaitu PT Banyu Laju Shipping, PT Ruby Maritime dan PT Sappire Maritime. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk melakukan pembelian tiga kapal tanker. Total sindikasi sebesar Rp 180 miliar ini berjangka waktu 60 bulan atau lima tahun dengan rincian pembiayaan bagi PT Ruby Maritime sebesar Rp 46,6 miliar, PT Sappire Maritime Rp 46,6 miliar dan PT Banyu Laju Shipping Rp 86,6 miliar. Untuk PT Ruby Maritime porsi peserta sindikasi BSM sebesar Rp 16 miliar, UUS BPD Jatim Rp 5,5 miliar, Bank Muamalat Rp 12 miliar, dan BRI Syariah Rp 12,5 miliar. Porsi sindikasi bagi PT Sappire Maritime sama dengan PT Ruby Maritime. Sedangkan sindikasi PT Banyu Laju Shipping yang berjumlah Rp 86,6 miliar terbagi untuk porsi BSM Rp 30,9 miliar, BRI Syariah Rp 23,9 miliar, Bank Muamalat Rp 22,7 miliar dan UUS BPD Jatim Rp 9 miliar. Secara total BSM memiliki porsi sindikasi Rp 64,3 miliar, BRI Syariah Rp 49 miliar, Bank Muamalat Rp 46,7 miliar dan UUS BPD Jatim Rp 20 miliar. Direktur BSM, Amran Nasution, mengatakan bahwa peluang bisnis perkapalan cukup terbuka, terutama setelah adanya UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Terbitnya UU Pelayaran tersebut, tambahnya, semakin memperkuat Inpres No 5/2005 karena mengokohkan spirit asas cabotage yang mewajibkan angkutan komoditas domestik menggunakan kapal berbendera Indonesia. ''Berdasar data INSA (Indonesian National Shipowner Association) kebutuhan perkapalan di 2010 untuk carter adalah sebanyak 118 kapal. Kebutuhan cabotage di 2010 adalah kesempatan besar bagi perusahaan perkapalan Indonesia dan perbankan syariah untuk membiayai industri pelayaran dan turut serta mendorong perekonomian Indonesia,'' kata Amran. Sementara itu Direktur Bank Muamalat, Luluk Mahfudah, mengatakan sindikasi pembiayaan Berlian Laju Tanker menjadi sindikasi pembiayaan pertama Bank Muamalat di tahun ini. ''Ke depan kami juga akan lebih fokus lagi untuk pembiayaan komersial,'' kata Luluk. Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut adalah Direktur BRI Syariah, Ari Poerwandono, Direktur Utama BPD Jatim, Mulyanto, dan Direktur Berlian Laju Tanker, Michael Murni Gunawan. yogie Bersindikasi di Bidang Pelayaran * Empat bank syariah yang turut dalam sindikasi adalah Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat, BRI Syariah, dan Unit Usaha Syariah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. * Dalam sindikasi ini BSM bertindak sebagai lead arrenger dengan porsi sindikasi pembiayaan sebesar Rp 64,3 miliar. * Pembiayaan akan dikucurkan kepada tiga anak perusahaan Berlian Laju Tanker, yaitu PT Banyu Laju Shipping, PT Ruby Maritime, dan PT Sappire Maritime. * Direktur Utama Berlian Laju Tanker, Widihardja Tanudjaja, menilai bahwa selama ini dukungan perbankan terhadap industri pelayaran masih minim. Pasalnya, perbankan masih melihat sektor industri ini berisiko tinggi dan sedikitnya pengetahuan tentang pelayaran. * Bagi Bank Muamalat, ini adalah sindikasi pertama selama 2009. * Sindikasi Rp 180 miliar ini akan berjangka waktu 60 bulan atau lima tahun. Sindikasi Empat Bank (dalam miliar rupiah) PT Ruby Maritime 46,6 PT Sappire Maritime 46,6 PT Banyu Laju Shipping 86,6 www.republika.co.id
| Comments () >> |
 |
|