|
JAKARTA-–Bank Syariah Bukopin (BSB) mematok pertumbuhan 30-40 persen di tahun ini. Bank hasil konversi Bank Persyarikatan Indonesia ini juga ingin memperkuat permodalan di 2010. Direktur Utama BSB, Riyanto mengatakan di tahun ini pihaknya ingin merencanakan penguatan permodalan demi melakukan pengembangan bisnis. “Kalau boleh berupa bentuk investasi langsung dalam bentuk saham. Saat ini CAR 12 persen namun melihat kebutuhan paling tidak diharapkan CAR bisa bertambah 14-16 persen,” kata Riyanto usai penandatanganan kerjasama AAA Sekuritas-BSB di Gedung BSB, Selasa (12/1).
Untuk penambahan modal, lanjut Riyanto, hingga kini pemegang saham eksisting masih melakukan kajian. Namun, tambahnya, Bank Bukopin akan tetap menjadi mayoritas. “BSB adalah salah satu langkah strategis Bank Bukopin dalam mengembangkan industri perbankan syariah sehingga Bank Bukopin masih menjadi mayoritas,” ujar Riyanto. Jika ada investor yang tertarik, lanjutnya, porsi akan disesuaikan sehingga Bank Bukopin dapat tetap menjadi mayoritas. Ia mengakui diantara investor yang berminat terdapat tiga investor asing tak hanya dari kawasan Timur Tengah, tapi ada pula dari negara lainnya. Sementara itu, menilik dari perkiraan kondisi ekonomi yang lebih membaik di tahun ini, BSB mematok pertumbuhan hingga 40 persen dari tahun lalu. Dalam hal pembiayaan BSB tetap fokus pada segmen UKM dan yang menjadi salah satu langkah strategis adalah dengan memanfaatkan jaringan Bank Bukopin. Di 2010 BSB berencana mengembangkan 33 outlet. Saat ini BSB memiliki jaringan sebanyak delapan kantor cabang, empat kantor cabang pembantu syariah dan 29 office channeling. “Beberapa dari office chanenling ini akan kita tingkatkan menjadi window syariah dengan SDM BSB sendiri,” kata Riyanto. Ia menambahkan jika dihitung BSB mengalami pertumbuhan pembiayaan 52 persen dari saat menjadi UUS, sementara DPK tumbuh 60 persen. Untuk UKM BSB masuk ke beragam bisnis seperti sektor pendidikan, perdagangan, minyak dan gas, dan telekomunikasi. Pembiayaan BSB yang masuk kategori UMKM adalah pembiayaan yang berada di bawah Rp 10 miliar. BSB akan mempertahankan porsi UMKM 60 persen dan komersial 40 persen di tahun ini. Di 2009 BSB mempunyai aset Rp 1,976 triliun, dana pihak ketiga Rp 1,272 triliun dan pembiayaan Rp 1,280 triliun. Sumber:www.republika.co.id/berita/100798/bsb_patok_pertumbuhan_40_persen
| Comments () >> |
 |
|