Advertisement
Halaman Utama arrow Publikasi arrow Berita Ekonomi Syariah arrow Perbankan Syariah Agresif Lakukan Ekspansi di 2010
Perbankan Syariah Agresif Lakukan Ekspansi di 2010 PDF Print E-mail
Wednesday, 13 January 2010

ImageJAKARTA--Menghadapi 2010 pelaku perbankan syariah terlihat cukup optimis seiring dengan perluasan bisnis dan jaringan yang ditetapkan di tahun ini. Hadirnya sejumlah bank umum syariah dan unit syariah baru pun semakin mengobarkan semangat para pelaku perbankan syariah untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan melakukan ekspansi dan perluasan bisnis secara agresif.

BRI Syariah misalnya, walau baru berusia satu tahun, namun di tahun ini bank hasil konversi Bank Jasa Artha ini menargetkan pertumbuhan minimal 30 persen. Sejumlah langkah dilakukan di tahun ini diantaranya adalah perluasan jaringan dan memasuki sektor mikro. Di tahun ini BRI Syariah berencana memperluas jaringan kantornya sebanyak lima kantor cabang dan 21 kantor cabang pembantu, serta menambah layanan gadai syariahnya di 2010 menjadi 50 unit.

Saat ini BRI Syariah memiliki 26 outlet gadai syariah. “Walau BRI Syariah baru memulai bisnis gadai syariah tetapi perkembangannya cukup signifikan karena itu jumlah outletnya akan kita tambah,” ujar Ari. Untuk pembiayaan BRI Syariah akan tetap fokus pada ritel sebesar 70 persen dan sisanya ke komersial.

Sementara itu Direktur Bank Muamalat, Luluk Mahfudah mengatakan bank syariah pertama itu akan tetap memfokuskan pembiayaannya ke sektor ritel. “Untuk target korporasi sendiri di tahun depan sekitar Rp 1,5 triliun dengan fokus ke sindikasi,” kata Luluk.

Bank Muamalat pun akan memperluas kerjasama sindikasi di tahun depan dengan sejumlah bank asing asal Malaysia, yaitu Bank Rakyat Malaysia dan Unicorn Investment Bank. Luluk menambahkan pihaknya telah melakukan persiapan sindikasi untuk perkebunan kelapa sawit sejak tahun lalu.

Sementara itu, Bank Syariah Mandiri (BSM) pun tetap memiliki fokus di tahun depan sesuai dengan misinya, yaitu untuk mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah Indonesia dengan meningkatkan porsi pembiayaan menjadi sekitar 70 persen di tahun ini. Direktur BSM, Amran Nasution mengatakan portofoilio pembiayaan BSM sebagian besar disalurk

an ke usaha kecil dan menengah (UKM) sesuai dengan core bisnis perbankan syariah demi memajukan masyarakat Indonesia. “Untuk portofolio sindikasi tidak sampai 10 persen dari seluruh portofolio pembiayaan BSM atau sekitar Rp 1 triliun saja,” kata Amran.

Saat ini porsi pembiayaan BSM sebanyak 60 persen ke UKM dan sisanya ke korporasi. Dari porsi 40 persen korporasi tersebut sebanyak 20 persennya berasal dari sindikasi. Di tahun depan BSM pun membidik sembilan buah sindikasi pembiayaan dengan total nilai Rp 810 miliar. “Untuk sindikasi di 2010 akan tergantung dari analisa ke depannya,” kata Amran.

Tak kalah dengan perbankan syariah lainnya, Bank Mega Syariah (BMS) juga agresif melakukan ekspansi. Bank umum syariah ketiga di Indonesia ini terutama akan mengoptimalkan jaringan unit mikronya yakni Mega Mitra Syariah dan galeri Mega Syariah di 2010. Untuk mendukung perluasan tersebut BMS pun berencana menerbitkan subdebt di semester satu 2010.

Direktur Utama Bank Mega Syariah, Beny Witjaksono mengatakan keputusan untuk menerbitkan subdebt di tahun depan adalah karena memanfaatkan momen bunga di pasar yang sudah agak turun. “Selain itu untuk di 2010 kebutuhan kita juga semakin mendesak, jadi diharapkan di semester satu 2010 bisa terbitkan subdebt. Jumlah yang kita ajukan ke BI Rp 300 miliar dan semoga bisa disetujui,” kata Beny.

Dana Rp 300 miliar tersebut, tambahnya, akan dipakai untuk ekspansi pembiayaan BMS. Dengan menerbitkan subdebt, ujar Beny, rasio kecukupan modal BMS pun akan terdongkrak. Saat ini CAR BMS sebesar 10,9 persen dan dengan tambahan likuiditas tersebut CAR akan dapat mencapai sekitar 12 persen. Sementara, tambahnya, pemegang saham pun akan standby dan membiayai jika nantinya BMS memang membutuhkan tambahan modal. Beny mengungkapkan untuk penambahan jaringan pihaknya masih dapat memakai modal yang ada.

Di tahun depan BMS juga akan menambah 190 unit baru Mitra Mega Syariah dan melengkapkan Galeri Mega Syariah menjadi 60 unit di semester pertama. “Saat ini untuk galeri masih sekitar 40 unit, setelah itu akan kita evaluasi dan kalau perkembangannya bagus akan kita teruskan,” kata Beny. Di 2010 BMS menargetkan pertumbuhan minimal 20 persen.

Penambahan jaringan yang cukup agresif juga akan dilakukan oleh unit usaha syariah (UUS) CIMB Niaga. Demi merealisasikan hal tersebut tak menutup kemungkinan modal UUS CIMB Niaga akan bertambah hingga Rp 500 miliar di tahun depan.

Vice President dan Syariah Banking Group Head CIMB Niaga, Didik Hadi Sunaryo mengatakan di 2010 pihaknya akan menambah jaringan kantor cabang dan office channeling, sehingga membutuhkan tambahan modal. “Modal kita saat ini Rp 115 miliar. Dengan pertumbuhan di 2010 mungkin modal akan bertambah hingga 500 miliar. Pemegang saham pun sudah siap,” kata Didik. Dengan tambahan modal tersebut rasio kecukupan modal UUS CIMB Niaga akan meningkat menjadi 12,3 persen dari posisi 11,2 persen.

Didik mengungkapkan tahun depan pihaknya akan memperluas layanan syariah (office channeling) menjadi 557 unit, dari 505 office channeling eksisting di tahun ini. Tak hanya layanan syariah, UUS CIMB Niaga juga akan menambah 11 kantor cabang, diantaranya di Bogor, Malang, Solo dan Samarinda. “Di kuartal I 2010 kita akan buka dulu 6 cabang setelah itu yang lainnya di sisa kuartal lainnya,” kata Didik.

Di tahun ini UUS CIMB Niaga telah menambah lima kantor cabang baru di Makasar, Yogyakarta, Lampung, Medan dan Riau. Dengan tambahan kantor cabang di tahun depan, maka UUS CIMB Niaga akan memiliki total 23 kantor cabang dan 557 layanan syariah.

Layanan syariah UUS CIMB Niaga pun akan diarahkan tak hanya penghimpunan dana di 2010, namun juga akan diarahkan ke penyaluran pembiayaan. Layanan syariah, papar Didik, menjadi salah satu tumpuan dalam penghimpunan dana. Dengan penambahan layanan syariah di tahun depan diharapkan unit tersebut dapat berkontribusi sebesar 51,4 persen dari target dana pihak ketiga (DPK) Rp 3,5 triliun di 2010.

Di tahun mendatang, lanjut Didik, pihaknya juga akan meningkatkan porsi dana murah sebesar 45 persen. Peningkatan porsi dana murah tersebut pun setidaknya akan dapat berkontribusi bagi peningkatan laba di tahun depan yang ditargetkan sebesar Rp 150 miliar. Di 2010 UUS CIMB Niaga menargetkan aset Rp 5 triliun dan pembiayaan Rp 4,1 triliun.

Persiapan dan target yang ditetapkan oleh para praktisi perbankan tersebut tentunya menjadi pemicu dalam mendorong peningkatan market share industri perbankan syariah tanah air. Sejumlah rencana telah dipaparkan dan kini saatnya merealisasikan rencana bisnis menjadi nyata.

Sumber: www.republika.co.id/berita/100431/perbankan_syariah_agresif_lakukan_ekspansi_di_2010
Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
busy
 
< Prev   Next >

JOIN US

 CIRTIE Bookshop menyediakan layanan jual referensi ekonomi syariah berupa buku lokal dan import, jurnal, dan kumpulan-kumpulan artikel dalam bentuk CD. (selengkapnya)

 Hadirnya English Training & Counseling – Program Pelatihan Singkat, Tepat, Padat dan Asyik ini merupakan suatu cara yang sangat mengena di hati Anda semua. (selengkapnya)