Advertisement
Halaman Utama arrow Publikasi arrow Berita Ekonomi Syariah arrow Pembukaan Cabang Syariah Harus Mudah
Pembukaan Cabang Syariah Harus Mudah PDF Print E-mail
Tuesday, 06 January 2009
JAKARTA -- Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia mendorong Bank Indonesia (BI) mempermudah izin pembukaan cabang perbankan syariah. Desakan itu dilakukan agar jaringan perbankan syariah bisa semakin luas  menyentuh berbagai pelosok daerah.
Dengan demikian, IAEI berharap industri perbankan bisa semakin mudah menjaring dana pihak ketiga dan menyalurkan kredit di tengah ketatnya likuiditas pasar dan ancaman krisis keuangan global. ''Saya kira Bank Indonesia perlu didorong untuk mempermudah izin pembukaan cabang, sehingga jaringan perbankan syariah semakin luas,'' kata Ketua Umum IAEI, Mustafa Edwin Nasution kepada Republika, Ahad (4/1).

Mustafa juga mendorong berbagai pelaku perbankan syariah juga untuk mau memperluas jaringan. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pihaknya, menurut Mustafa, pembukaan cabang baru berdampak signifikan terhadap penghimpunan DPK dan penyaluran kredit.

Mustafa menilai, pangsa perbankan syariah dalam beberapa tahun terakhir tumbuh kurang optimal. Ia melihat pangsa perbankan tanpa bunga itu terus berada di level dua persen atau kurang. Berdasarkan data publikasi BI, pangsa perbankan syariah per Oktober lalu hanya sekitar 2,07 persen. ''Angka dua persen itu sudah lama sekali, meski tahun lalu diharapkan bisa mencapai lima persen dengan rencana masuknya bank asing dan pendirian bank baru,'' kata dia.

Untuk mencapai pangsa lima persen, perluasan jaringan perlu menjadi salah satu prioritas BI dan perbankan syariah. Banyaknya jaringan diyakininya akan  mempermudah masyarakat Indonesia mengakses layanan perbankan syariah. ''Saya kira saat ini masalahnya bukan sosialisasi, tapi jaringan yang bisa menjangkau masyarakat lebih besar dan kualitas layanan,'' kata Mustafa.

Berdasarkan data publikasi BI hingga November lalu, industri perbankan syariah Indonesia memiliki sebanyak 749 jaringan. Jaringan itu terdiri dari 254 kantor cabang syariah (KCS), 262 kantor cabang pembantu syariah (KCPS), 28 unit pelayanan syariah (UPS), dan 205 kantor kas syariah (KKS). Bila dibandingkan periode sama 2008, jumlah jaringan itu mengalami kenaikan sekitar 33 persen. Sepanjang Januari-November tahun lalu, pertumbuhan penambahan jaringan rata-rata per bulan sekitar 2,7 persen.

Menanggapi angka pertumbuhan jaringan, Mustafa menilai kenaikan itu belum berjalan optimal. Jaringan perbankan syariah seharusnya bisa tumbuh lebih banyak lagi. Terlebih, aset perbankan syariah masih kecil dan bersaing dengan perbankan konvensional beraset besar dan memiliki jaringan luas.

Desakan itu bersambut. Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Ramzi A Zuhdi mendukung pentingnya jaringan luas untuk mendukung kinerja perbankan syariah. Namun, dalam memperluas jaringan, terdapat beberapa faktor yan perlu diperhatikan bank syariah. Pertama, bank syariah harus memastikan ketersediaan sumber daya manusia berkualitas. ''Membuka cabang itu kan butuh SDM. Kita sama-sama tahu penambahan jumlah SDM berkualitas jauh lebih susah ketimbang buka jaringan,'' kata Ramzi.

Selain itu, menurut Ramzi, faktor lainnya yang perlu diperhatikan adalah efisiensi. Hal ini terkait dengan beban manajerial manajemen pusat bank syariah. ''Perluasan jaringan otomatis menambah beban manajerial manajemen pusat dan bila malah semakin tidak terkontrol, ini kan tidak baik untuk kinerja bank. Kalau memang bisa dikelola, no problem. Kita akan permudah'' kata dia.

Sementara Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Ahmad Riawan Amin, mengaku memahami dorongan Mustafa. Terlebih, selama ini BI memang terus mendorong pelaku perbankan syariah memperluas jaringan cabang agar industri tumbuh pesat. ''Untuk mencapai pangsa lima persen, kami didorong BI untuk memperluas jaringan agar semakin banyak masyarakat bisa mengakses layanan syariah,'' kata Riawan.

Tahun ini, bank syariah pertama Indonesia itu berencana membuka 33 jaringan baru. Dari puluhan jaringan itu, terdapat 21 KCS baru dan sisanya KCPS dan KKS baru. Dengan demikian, jumlah jaringan Bank Muamalat diharapkan menjadi 240 outlet dengan 72 cabang. ''Alhamdulillah, 33 jaringan baru itu tinggal buka saja. SDM, gedung, dan teknologinya sudah siap. Namun, izinya memang belum keluar,'' katanya yang berharap izin dari otoritas moneter bisa segera terbit. aru/yto

Comments (1) >>
...
written by wow power leveling, June 05, 2009


welcome to wow power leveling and wow gold wow power leveling

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
busy
 
< Prev   Next >

JOIN US

 CIRTIE Bookshop menyediakan layanan jual referensi ekonomi syariah berupa buku lokal dan import, jurnal, dan kumpulan-kumpulan artikel dalam bentuk CD. (selengkapnya)

 Hadirnya English Training & Counseling – Program Pelatihan Singkat, Tepat, Padat dan Asyik ini merupakan suatu cara yang sangat mengena di hati Anda semua. (selengkapnya)